Jumat, 03 Juli 2015

Locard Exchange Principle

PRINSIP LOCARD EXCHANGE

Dr Edmond Locard lahir pada tanggal 13 Desember 1877 di Saint-Chamond, Prancis dan meninggal pada tanggal 4 Mei 1966 di Prancis, merupakan seorang pelopor dalam ilmu forensik yang dikenal sebagai “Sherlock Holmes of Lyons dan kontribusi yang dilakukan di lapangan telah terbukti sangat berharga. Locard adalah salah satu pendiri dan Direktur International Academy of Criminalistics @ University of Lyons dan pada tahun 1910 ia mendirikan sebuah Laboratorium Forensik pertama di Lyons, Prancis dan merumuskan prinsip dasar ilmu forensik yang berarti “setiap kontak meninggalkan jejak” yang dikenal dengan istilah “Locard Exchange Principle dalam bukunya bahasa prancis di tulis Toute action de l’homme, et a fortiori, l’action violente qu’est un crime, ne peut pas se dérouler sans laisser quelque marque” – La police et les méthodes scienifiques (1934) , page 8” yang jika diartikan dalam bahasa Inggris yaitu

Sejarah Digital Forensics

FORENSIK

Forensik berasal dari bahasa Latin forensis yang berarti “dari luar”, dan serumpun dengan kata forum yang berarti “tempat umum”atau marupakan tempat berkumpulnya masyarakat umum selama zaman Romawi, dimana merupakan kegiatan peradilan dan bisnis publik dilakukan. Forensik adalah bidang ilmu pengetahuan yang digunakan untuk membantu proses penegakan keadilan melalui proses penerapan ilmu atau sains dan teknologi. Dalam kelompok ilmu-ilmu forensik ini dikenal antara lain ilmu fisika forensik, ilmu kimia forensik, ilmu psikologi forensik, ilmu kedokteran forensik, ilmu toksikologi forensik, ilmu psikiatri forensik, komputer forensik, dan sebagainya.

Ilmu adalah kumpulan metodologi sistematis yang digunakan untuk semakin memahami dunia fisik. “forum” Kata forensik berasal dari forum Latin,  Di Roma kuno yang berarti "tempat umum". Senat bertemu di forum, tempat umum di mana isu-isu politik dan kebijakan hari dibahas dan diperdebatkan; bahkan hari ini, sekolah tinggi atau tim universitas yang berkompetisi dalam debat atau berbicara di depan umum disebut forensik

Sejarah Forensik

SEJARAH FORENSIK

Banyak orang percaya bahwa Lahirnya ilmu forensik berawal dari munculnya tokoh fiktif dalam sebuah novel Sherlock Holmes yang ditulis oleh Arthur Conan Doyle dan sekaligus orang percaya bahwa Arthur Conan Doyle-lah orang  yang pertama mempopulerkan ilmu forensik, sebuah hasil riset di Scarlet, dan novel tersebut telah diterbitkan pada tahun 1887.

Sejarah mencatat Sampai abad ke-19, diawali dengan kejadian bahwa sebagian besar racun yang tidak terdeteksi, sehing para pelaku yang menebarkan racun alias  peracun biasanya lolos dari jeratan hukum. Anggota keluarga atau tetangga atu orang terdekat mungkin menjadi tersangka jika istri tidak dicintai atau suami atau orang tua yang kaya tiba-tiba mati, dikarenakan tidak ada yang bisa membuktikan bahwa orang tersebut telah diracuni. Akibatnya, ahli sejarah mengatakan, keracunan terus terjadi hingga tersebar luas di beberapa tempat dan waktu, seperti di Italia dan Perancis pada akhir tahun 1600-an.

Namun sejarah telah mencatat bahwa sebelumnya sekitar tahun 1887, ilmu forensik telah berkembang dengan lahirnya tokoh forensik bernama Mathieu Orfila (1787-1853) beliau lahir di Spanyol ia belajar divalencia madrid dan pada tahun 19811 berhasil mendapatkan